Patchtern

Tentang Patchtern

Patchtern adalah brand yang lahir dari proses melihat kembali apa yang selama ini terabaikan. Sebagai bagian dari aktivitas produksi di Rira Konveksi dan Rira Taylor, setiap hari selalu ada potongan-potongan kain yang tersisa. Potongan kecil yang tidak lagi digunakan, sering kali dianggap sebagai akhir dari sebuah proses.

Namun dari situ muncul pertanyaan sederhana: apakah semua yang tersisa memang harus berakhir sebagai limbah?

Patchtern hadir sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan tersebut—dengan cara yang pelan, sadar, dan bertanggung jawab.

"Apakah semua yang tersisa memang harus berakhir sebagai limbah?"

Apa yang Kami Lakukan

Cara Kami Melihat Limbah

Bagi kami, limbah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang atau dihilangkan. Ia adalah bagian dari proses yang belum selesai. Potongan-potongan kain yang sebelumnya terpisah kami susun kembali, membentuk pola baru yang memiliki nilai, fungsi, dan cerita.

Proses

Setiap lembar patchwork disusun secara manual. Kami memilih potongan kain berdasarkan warna, tekstur, dan bentuk. Kami juga bekerja bersama mitra penjahit lokal—sebagian besar adalah perempuan dengan pengalaman di industri garmen yang kini memilih bekerja dari rumah.

Produk

Patchtern menghadirkan berbagai produk berbasis patchwork, dimulai dari kemeja, outer, hingga pengembangan produk lainnya ke depan. Setiap produk dibuat dari kain sisa produksi yang telah dipilih dan disusun kembali, sehingga tidak ada dua produk yang benar-benar sama.

Dampak

Kami tidak mengklaim sebagai solusi besar. Namun melalui Patchtern, kami berusaha mengambil langkah kecil yang nyata: mengurangi limbah tekstil dari proses produksi kami sendiri dan memberinya kehidupan kedua.

Arah Ke Depan

Patchtern akan terus berkembang sebagai ruang eksplorasi—menggabungkan antara produksi, kreativitas, dan kesadaran lingkungan.

Kami terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki nilai sejalan, serta ingin menghadirkan pendekatan baru dalam melihat limbah dan produk fashion.

"Patchtern bukan hanya tentang membuat sesuatu dari sisa. Tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk melihatnya. Dari yang dianggap akhir, kami melihat kemungkinan baru."

— Tim Patchtern